Laman

Jumat, 13 Maret 2009

ADA APA DI BALIK CORE i7

Pabrikan prosesor terbesar Intel kembali meluncurkan generasi prosesor terbarunya dengan kode nama Nehalem dan diberi nama Intel Core i7 yang merupakan generasi penerus Intel Core Microarchitecture.

http://pcgenie.co.nz/images/products/Intel_Core_i7_logo_01.jpg

Bagi Intel, prosesor ini dianggap sebagai perubahan besar abad ini dalam bidang arsitektur prosesor, dibuat dengan design mikroarsitektur yang baru dan efisien dalam penggunaan energi. Intel Core i7 tidak lagi menggunakan LGA775 dan digantikan dengan LGA1366.

Intel Core i7 diciptakan masih menggunakan transistor bermaterial hafnium dioxide(high-k) yang dapat mengurangi kebocoran arus, serta bermetal gate dengan fabrikasi 45nm.

Saat ini Nehalem memiliki 4 inti, namun nantinya akan memiliki lebih banyak inti. Selama ini Intel memproduksi quad core-nya dengan tehnik menggabungkan 2 buah dual core pada satu die, tapi Nehalem benar-benar memiliki 4 core yang terletak pada satu die atau disebut native quad core processor.

Intel core i7 diklaim mampu meningkatkan kemampuan komputasi hingga 40% tanpa memerlukan energi tambahan. Pemakaian Intel Core i7 akan membuka kesempatan terciptanya aplikasi-aplikasi kreatif yang lebih canggih.

Nehalem sendiri memiliki banyak fitur baru dan berbeda jika dibandingkan dengan keluarga prosesor berbasis Core Microarchitecture sebelumnya(Core 2 Duo, Core 2 Quad), diantaranya:
Processor Nehalem kembali menghadirkan fitu Hyper-Threading. Dengan penggabungan teknologi tersebut maka dukungan 8 thread dimungkinkan walau hanya memiliki 4(quad) core. Simultaneous Multi-Threading(Intel Hyper-Threading) Technology adalah teknologi yang memungkinkan setiap core pada prosesor dapat memproses 2 thread instruction sekaligus.
Quick Path Interconnection(QPI) menggantikan fungsi FSB, yang merupakan teknologi Interkoneksi antara prosesor dengan chipset, yang memberikan koneksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan teknologi FSB.
Cache Memory 3 Level: 64kb cache(per core), 256kb cache(per core) dan 8MB L3 Intel Smart Cache. 8MB L3 Cache yang digunakan adalah Inclusive dan Shared, yang diklaim Intel mampu menekan Latency dan meningkatkan kinerja.
Integrated Memory Controller yang mendukung memori utama hingga 3 kanal (2 DIMM per kanal) DDR3-1066.
Intel Turbo Boost Technology yang secara otomatis memungkinkan setiap core pada prosesor untuk berjalan pada Clock yang lebih tinggi dari spesifikasi.
Dukungan Intel Streaming SIMD Extentions (SSE) 4.2 yang merupakan penambahan 7 instruksi baru dari SSE sebelumnya.
Peningkatan Instructions Cycle(IPC). Dengan kinerja per clock cycle yang lebih baik untuk clock yang sama, kinerja yang dihasilkan bisa lebih tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar